Review Anime Overlord

| Sunday, April 30, 2017














Dari pertama kali menonton trailernya, Overlord sudah membuat saya penasaran, mulai dari desain karakter utama yang tidak umum, serta animasi yang kelihatannya sangat menarik, tanpa mengetahui apa sebenarnya yang menjadi latar cerita anime ini.

Overlord, anime yang diadaptasi dari light novel, mengambil latar di masa depan, saat dimana DMMO-RPG (Dive Massively Multiplayer Online Role Playing Game), atau sederhananya, sebuah game online dimana para pemainnya bisa merasakan seperti hidup di dalamnya, merupakan salah satu genre game yang sudah umum dimainkan.














Salah satu gamenya, yang berjudul Yggdrasil, yang memulai operasinya pada tahun 2126, merupakan DMMO-RPG yang terkenal dan sukses karena luasnya map yang ditawarkan, serta kebebasan pemain yang melebihi game lainnya.

12 tahun setelahnya, server Yggdrasil akan dimatikan karena popularitasnya yang sudah menurun, salah satu playernya, dengan username Momonga, memutuskan untuk berada di dalam game ini, sampai waktunya server dimatikan.














Bad-ass : Protagonis berbentuk penyihir tengkorak yang terkesan seperti antagonis

Momonga, sang protagonis dengan avatar penyihir tengkorak, level 100, pemimpin guild Ains Ooal Gown, yang berisikan pemain dengan avatar yang tidak berbentuk manusia, juga merupakan satu-satunya anggota guild yang tersisa pada saat itu, berencana untuk melewatkan masa-masa terakhirnya di dalam game ini dengan duduk di singgasana kastil guildnya, Great Tomb of Nazarick, dengan para NPC yang menemaninya di sampingnya.

Akan tetapi, beberapa saat setelah melewati tengah malam hari berikutnya, Momonga yang seharusnya sudah keluar dari game tersebut karena servernya sudah mati, ternyata masih berada di dalam game tersebut. Lebih anehnya lagi, seakan-akan game tersebut benar-benar menjadi kenyataan untuknya.

Semua NPC penjaga guild tersebut, tiba-tiba memiliki kepribadian layaknya manusia. Fungsi-fungsi yang seharusnya bisa diakses layaknya sebuah online game, juga menghilang. Dengan segala kejadian misterius tersebut, Momonga mencoba untuk mengumpulkan informasi apapun yang bisa ia dapatkan tentang dunia baru ini. Akan menjadi apakah petualangannya?

Lagi-lagi cerita tentang online game, tetapi agak berbeda dan membuat penasaran













Pada cerita-cerita lain tentang online game pada umumnya, sebut saja Sword Art Online dan Log Horizon, sang protagonis biasanya terjebak dan tidak bisa keluar dari game tersebut bersama dengan seluruh pemain lainnya, sehingga mereka bisa bekerja sama untuk mencari cara bagaimana keluar dari game tersebut.

Yang membuat Overlord agak berbeda ialah, protagonisnya terjebak di dalam game tersebut sendirian, tanpa adanya orang lain yang juga mengalami kejadian yang sama dengan dirinya (setidaknya pada awal cerita). Lebih parah lagi, bahkan ia tidak mengetahui apa yang terjadi, dan mungkin saja tidak ada harapan baginya untuk bisa kembali ke dunia asalnya, karena dunia Yggdrasil yang dia masuki saat ini, menjadi sebuah kenyataan yang baru baginya, dan sama sekali berbeda dengan dunia Yggdrasil pada saat masih merupakan online game.

Banyak karakter yang menarik dan bervariasi














Para loyal servant (NPC) penjaga Nazarick

Para NPC penjaga guild tersebut, memiliki desain dan karakterisasi yang cukup menarik, mulai dari Albedo, gadis setan seksi potensi fanservice yang cinta mati terhadap Momonga, si kembar Aura dan Mare, Shalltear sang vampir loli, serta Demiurge, yang terkesan seperti peran licik di anime-anime tertentu, dan juga Cocytus, monster(?) berbaju zirah yang terkesan sangat kuat.

Meskipun belum banyak detil tentang masing-masing karakter tersebut, tetapi banyak sekali potensi cerita yang bisa digali untuk para NPC tersebut.

Diperlihatkan juga desain karakter para karakternya untuk anime nanti:

Ainz Ooal Gown – Satoshi Hino
 





















 Albedo – Yumi Hara




















Aura Bella Fiora – Emiri Katō





















Mare Bello Fiora – Yumi Uchiyama




















Demiurge – Masayuki Kato






















Sebastian – Chiba Shigeru





















Shalltear Bloodfallen – Sumire Uesaka




















Cocytus – Kenta Miyake





















Ditambah beberapa karakter yang belum diperlihatkan desainnya:

Narberal Gamma – Manami Numakura
Gazef Stronoff – Hiroshi Shirokuma
Nigun Grid Luin – Takehito Koyasu
Enri Emmot – M.A.O

Overlord akhirnya akan tayang mulai tanggal 7 Juli nanti.


Animasinya konstan, dengan sedikit bumbu gore














Salah satu adegan yang menggambarkan kekejian Death Knight yang membantai para ksatria

Animasi ditangani oleh studio Madhouse, dengan animasi dan 3D yang masih cukup konstan sampai pada episode terbaru. Yang membuat saya cukup terkejut adalah adanya adegan yang cukup sadis di dalam anime ini, terutama pada saat adegan pembantaian para ksatria di episode 3, penggambarannya cukup menyeramkan dan agak-agak brutal, tetapi dibawakan dengan cukup baik, untuk menimbulkan kesan teror yang dibawa oleh Momonga, atau dikenal juga sebagai Ains Ooal Gown di kalangan para penduduk desa yang ia selamatkan.

Mungkin Itu saja Review dari Anime Overlord Ini.. Terima kasih... xD

Sumber artikel :
http://jurnalotaku.com/2015/07/26/3-eps-rule-overlord/

0 comments:

Post a Comment

Next Prev
▲Top▲
Zora - One Piece